11/20/2013

Disdik Tasikmalaya Bingung dengan Kurikulum Baru


Ilustrasi. Ribuan guru di Jawa Barat mendengarkan pemaparan Menteri Pendidikan dan Kebudayan M Nuh saat menyampaikan Sosialisasi Kurikulum 2013 di Gimnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/3/2013). | KOMPAS/RONY ARIYANTO 
NUGROH




TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Bartis menyatakan, penerapan kurikulum baru tahun 2013 di beberapa sekolah terpilih, membuat bingung dinas pendidikan di daerah. Saat ini, sekolah terpilih dengan kurikulum baru jumlahnya sedikit dibandingkan sekolah dengan kurikulum lama. 

"Kami dinas di daerah yang kebingungan. Nanti bagaimana kalau untuk ujian, rapor, dan mutasi siswa? Soalnya kan sekarang ada dua kurikulum yang berbeda diterapkan seluruh sekolah di daerah. Nantinya bagaimana mereka kalau ujian?" kata Bartis kepada sejumlah wartawan di Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Senin (15/7/2013) siang.

Menurut Bartis, di wilayah Kabupaten Tasikmalaya terdapat tujuh SMK, enam SMA dan lima SMP, yang dijadikan lokasi penerapan kurikulum baru 2013. Sedangkan sekolah lainnya ingin mengikuti penerapan kurikulum baru. Namun, muncul permasalan tentang pengetahuan guru yang belum memahami metode kurikulum baru.

"Kalau guru yang sebelumnya ditunjuk untuk mengikuti pelatihan tidak ada masalah. Sekarang sudah berjalan aplikasi kurikulum baru. Nah, sekolah lainnya yang ingin memakai kurikulum baru masalahnya, sampai sekarang pengajar dan bukunya belum ada. Apalagi kurikulum baru menerapkan satu buku untuk satu siswa," keluh Bartis.

SHARE THIS

Author:

Terima kasih sudah membaca Blog SMP Juara Pekanbaru. Selalu berikan donasi anda kepada Rumahzakat.

0 komentar: