11/11/2013

Trik Mencetak Pemalas Menjadi Juara Kelas

Trik Mencetak Pemalas Menjadi Juara Kelas

 

Apakah Anda sudah menerima rapor bayangan anak Anda yang selalu dibagikan setelah ujian tengah semester diselenggarakan? Bagaimana? Apakah Anda puas dengan angka-angka yang tertera di dalamnya? Kalau sudah, bersyukurlah. Tetapi, kalau belum, teruslah berusaha agar si buah hati dapat menjadi kebanggaan sanak famili. Berilah dukungan (push factor) dan motivasi (pull factor) kepada anak-anak kita hingga ia mampu mengeluarkan upayanya yang terbaik dalam berusaha. Syukur, bila akhirnya anak kita bisa menjadi juara seperti yang disampaikan oleh wali kelas pada saat penerimaan rapor kenaikan kelas. Betapa bangganya kita sebagai orang tua. Terlebih bila sang anak meraih prestasi itu karena ia rajin belajar dan gemar membaca buku.
Tetapi bagaimana bila ternyata sang anak malas belajar padahal sebagai orang tua kita berkeinginan menjadikannya juara kelas? Sebagai seorang bapak dari dua orang anak yang masih sekolah di SD dan SMP, saya akan berbagi beberapa trik mencetak si pemalas menjadi juara kelas. Trik ini saya dapatkan bukan dari pengalaman yang kami, saya dan istri lakukan, sendiri, tetapi berdasarkan pengamatan dan penelitian kecil-kecilan yang kami lakukan terhadap lingkungan sekolah kedua anak kami.
Untuk melakukan trik ini, tentu saja diperlukan modal dan sedikit pengorbanan Anda sebagai orang tua. Semakin besar modal dan pengorbanan yang Anda berikan biasanya semakin tinggi pula rangking yang diperoleh anak Anda. Modal yang dimaksudkan di sini adalah uang. Ya, uang! Sementara pengorbanan yang harus Anda berikan adalah pengorbanan berupa waktu dan tenaga. Bila Anda merasa sudah memiliki itu semua, berarti Anda sudah bisa melakukan beberapa trik berikut ini:
Pertama, bergabunglah dalam kepengurusan komite sekolah atau apapun namanya –di beberapa sekolah namanya bisa berbeda-beda, entah itu pengurus paguyuban orang tua atau persatuan orang tua murid dan guru—dan aktiflah. Syukur, bila Anda kemudian diangkat menjadi ketuanya. Semakin tinggi posisi Anda di kepengurusan ini semakin besar pula pengaruh Anda, baik di kalangan orang tua murid maupun di antara guru-guru sekolah Anak Anda. Semakin besar pengaruh Anda di sana, semakin besar pula peluang anak Anda menduduki rangking tinggi, kalau memang tidak tertinggi.
Kedua, ciptakanlah kenyamanan hubungan antara Anda dengan para guru, terutama guru wali kelas anak Anda. Baik dalam posisi Anda sebagai pengurus komite maupun orang tua. Jangan pernah sekalipun berdiri dalam posisi yang berseberangan dengan pihak sekolah. Apalagi bila Anda sampai dicap sebagai orang tua yang kritis. Satu hal yang perlu Anda ingat adalah jangan perkenalkan diri Anda dengan nama asli Anda. Gunakan nama anak Anda setiap berkegiatan di sekolah, sehingga semua orang memanggil Anda dengan Mama X (X adalah nama anak Anda), atau Bunda X. Ini penting sebagai proses pengidentifikasian yang dilakukan pihak sekolah dan guru-guru terhadap Anda dan anak Anda.
Ketiga, bersikaplah akomodatif terhadap semua keinginan dan kepentingan pihak sekolah dan juga guru. Terutama bila pihak sekolah atau kelas menyelenggarakan kegiatan. Tunjukkan bahwa Anda adalah orang tua yang mampu diandalkan oleh pihak sekolah, baik dari segi materi, seperti uang dan kendaraan pribadi, juga kontribusi tenaga dan pikiran. Jangan pernah mengeluh di depan para guru, apalagi melakukan protes bila Anda diposisikan sebagai pembantu. Layani kepentingan mereka, itu kata kuncinya!
Keempat, jalinlah hubungan pribadi dengan wali kelas. Seperti pada poin ketiga, layani kepentingannya, baik sebagai guru maupun sebagai pribadi. Lebih baik lagi bila guru wali kelas Anda menyelenggarakan bimbingan belajar –pada beberapa sekolah dasar guru wali kelas biasanya menyelenggarakan bimbingan belajar yang tentu saja tidak gratis bagi murid-muridnya dengan alasan untuk mendongkrak nilai—dengan demikian Anda memiliki alasan untuk memberikan lebih. Bila guru atau wali kelas mematok seratus ribu rupiah per bulannya kepada setiap anak untuk bimbel tersebut, Anda bisa saja memberikannya dua kali lipat.
Kelima, menjelang pembagian rapor temui dan tanyakan secara pribadi kepada guru wali kelas Anda, benda atau materi apa yang ingin dimilikinya, atau barang yang belum ia punya. Tentu dengan pendekatan yang tidak vulgar. Bila memungkinkan jangan melakukan tawar menawar. Ketika guru Anda menyampaikan keinginannya, sampaikan pula keinginan Anda tentang anak Anda.
Bila Anda sudah melakukan itu semua silakan tunggu hasilnya. Saya tidak menggaransi seluruh upaya yang telah Anda lakukan dapat membuat anak Anda meraih rangking yang memuaskan. Tidak semua guru dan sekolah mau menerima pemberian, perlakuan atau semua trik dari para orang tua seperti di atas. Namun, dari beberapa pengamatan yang kami lakukan, berbagai trik tadi setidaknya berhasil mendongkrak nilai teman-teman kedua anak kami, yang bersekolah di SD yang berbeda. Kalaupun anak mereka tidak menjadi juara, setidaknya si pemalas tetap dapat naik kelas.
Pertanyaannya, apakah hal tersebut halal dilakukan? Bukankah semua upaya tersebut sama halnya dengan suap? Jawabannya kembali lagi ke Anda pribadi. Kami sendiri tidak menganjurkan Anda untuk melakukan trik yang tricky tadi. Banyak cara lain yang lebih halal dan murah untuk menjadikan anak Anda pelajar yang dapat dibanggakan. Dan saya yakin, Anda pasti lebih banyak tahu dari saya. Tetapi, izinkan saya memberikan saran sederhana: jangan terobsesi menjadikan anak Anda sebagai juara kelas! Jadikan saja ia anak-anak yang rajin belajar dan gemar membaca buku berisi ilmu dan pengetahuan, bukan komik apalagi internet!

Copyright 2013; SMP Juara Pekanbaru/SMP Pekanbaru

SHARE THIS

Author:

Terima kasih sudah membaca Blog SMP Juara Pekanbaru. Selalu berikan donasi anda kepada Rumahzakat.

0 komentar: