10/17/2017

SMP JUARA PEKANBARU LAKSANAKAN QUR'AN CAMP BULAN KE 3

SMP JUARA PEKANBARU LAKSANAKAN QUR'AN CAMP BULAN KE 3

siswa lagi menghafal di qur'an camp

Kegiatan Quran Camp Siswa SMP Juara Pekanbaru sudah bulan ke-3 sejak Agustus 2017 lalu program ini diluncurkan. Sebanyak 20 Orang siswa yang diturunkan dalam kegiatan ini diharapkan menjadi Hafizh Al-Quran dengan target tambahan hafalan 5 juz selama 6 bulan. Banyak tantangan dari dalam diri sendiri yang harus dihadapi para siswa di tengah jadwal libur sekolah setiap bulan Jum’at-Ahad yang dirasakan oleh teman-teman mereka, namun mereka berusaha untuk fokus dalam menghafal.
Hafidz Handaru Hakim salah seorang siswa yang mengikuti kegiatan ini awalnya tidak menyangka ia akan masuk menjadi siswa yang dipilih untuk mengikuti Quran Camp. Harapannya kepada Allah SWT mengantarkan salah seorang temannya yang dipilih untuk mengundurkan diri karena mengikuti kegiatan lain sehingga ia pun akhirnya menjadi peserta kegiatan ini. Rasa haru juga dirasakan oleh ibundanya saat bercerita kepada tim Al-Quran SMP Juara Pekanbaru. Hafidz yang awalnya memiliki hafalan juz 30 dan juz 29 sebanyak 4 surat menyatakan bahwa sekarang hafalannya sudah bertambah 6 surat Juz 29. Senang karena bisa menyelesaikan juz 29. Harapan orangtua Hafidz agar anaknya dapat ikut Wisuda Juz 29.
Selain kisah Hafidz, pada bulan ke-3 ini, M. Isra Septiadi, Muhammad Fauzil Adhim dan Musa Abdul Munsi terpilih untuk mendapatkan reward. Adapun kriterianya tak hanya dari segi hafalan namun juga dari segi akhlak. “Dengan adanya Quran Camp ini sangat membantu sekali buat anak-anak SMP Juara Pekanbaru yang ikut dalam program ini untuk menambah Hafalan Quran. Anak-anak yang ikut Quran Camp,  harus punya semangat yang menggebu-gebu dari diri masing-masing. Sinergi guru, orangtua, dan sekolah penting dalam memfasilitasi kegiatan ini. Dengan waktu tiga hari dua malam, anak-anak diharapkan selalu fokus dengan menggunakan sebaik2nya waktu untuk menghafal Quran supaya target yang diinginkan tercapai. Mari tetap semangat! Dengan selalu merindukan menjadi orang yang menerima syafaat bagi penghafal Quran.” demikian Ustadz Arif sebagai salah seorang pendamping kegiatan menyampaikan.
Pembiasaan Nilai Religius PPK sebelum pulang sekolah

Pembiasaan Nilai Religius PPK sebelum pulang sekolah




Salah satu dari nilai yang ditanamkan dalam Penguatan pendidikan karakter (PPK) adalah Nilai Religius. Ini lah satu program yang dilaksanakan oleh SMP Juara Pekanbaru yaitu sebelum melaksanakan Shalat Ashar disekolah siswa dengan semangat dibiasakan untuk Tilawah Al-Qur’an. Kegiatan tilawah ini membiasakan siswa untuk dekat dengan al-qur’an, target bacaan siswa satu hari berbeda setiap jenjangnya, ada yang 4 lembar, 6 lembar sampai 10 lembar. 
 
The Best Blessing to Woman

The Best Blessing to Woman

Sabtu, 14 Oktober. kembali kami para akhwat SMP Juara Pekanbaru khususnya akhwat kls 8 Andalusia melaksanakan Jalasah Ruhuyah. dengan tema "The Best Blessing to Woman". materi ini langsung diberikan oleh Ust Muhammad Maliki, S.Pd. atau juga dikenal dengan ust Baper. Materi yang bibawakan ust sangat ringan namun bermakna. Ia memulai dengan fenomena perempuan dari berbagi agama. Dimana perempuan menjadi sasaran atau objek dari laki-laki. Seperti eksploitasi perempuan hingga patung atau gambar-gambar perempuan di jadikan sebagi karya seni untuk mendapatkan keutungan yang besar bagi pelaku. Tidak itu saja, perempuan juga menjadi tulang punggung keluarga. Mereka bekerja layaknya laki-laki, mulai dari kuli hingga pekerjaan yang berat lainnya.
Islam datang untuk memuliakan perempun dengan cara tidak menyamakan. Karna memang secara fisiologi laki-laki dan perempuan itu berbeda. Namun mereka punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan ketaqwaan. Selain fisiologis yang berbeda, perempuan juga lebih cepat baliqh di bandingkan laki-laki. Kondisi ini menuntut remaja putri untuk dapat mempersiapak diri dengan baik.
Fase remaja yang bergejolak dengan seiringnya dunia informasi dan hiburan menjamur, menjadi suatu masalah baru bagi para Akhwat untuk membentengi dirinya. Agar mereka tidak ikut dalam arus keliru yang mengedepankan lifestyle tanpa melihat larangan-larangan agama.
Seperti hari ini, pacaran sudah menjadi hal yang biasa. “tak pacaran tak gaul” slogan-slogan seperti ini, merusak para generasi khususnya perempuan/akhwat. Kenapa? Karna di dalam aktivitas pacaran tidak ada yang baik, semua aktivitas pacaran adalah dosa. Ust. Maliki juga menyampaikan bahwa “rasa suka” antara lawan jenis itu adalah sesuatu yang wajar. Namun, pacaran bukanlah sebuah solusi. Ia mengajak para remaja Akhwat untuk mempersiapkan pernikahan sebagai solusi fitrah saling mencintai antar lawan jenis. Adapun persiapannya dimulai dari : 1) Ilmu. Ilmu tentang,  pernikahan 2) Sibukkan diri dengan kemandirian dan 3) Latih kematangan emosional.
Kegiatan ini ditutp dengan doa yang dipimpin langusng oleh Ust. Muhammad Maliki, S.Pd. dan pengabadian momen melalui lensa kamera. Kegiatan berakhir dengan suka cita, saling tersenyum dan merasa lega. Persoalan-persoalan para akhwat selesai melalui sesi tanya jawab. Ust. Maliki juga bangga dengan pihak sekolah yang mengambil peranan langsung dalam menyelamatkan remaja melalui kajian jalasah ruhiyah, untuk membentengi para peserta didik dari pengaruh buruk yang bertebaran di luar sana. Semoga wanita mulia atau the best blessing to  woman dapat di sematkan kepada mereka, untuk mejadi akhwat tanggung dengan mampu mengatakan “say no to pacaran” atau jomlo fisabilillah.

SMP JUARA PEKANBARU IKUTI SPMI DINAS PENDIDIKAN KOTA PEKANBARU

SMP JUARA PEKANBARU IKUTI SPMI DINAS PENDIDIKAN KOTA PEKANBARU


penampilan dari smp juara pekanbaru
  
Pekanbaru, 17 Oktober 2017 mengikuti kegiatan akhir kegiatan Pendampingan Sekolah imbas sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan Sekolah Model yang dilaksanakan oleh Sekolah Model SMPN 34 Pekanbaru. Kegiatan Diawali pada 7 oktober 2017, dilanjutkan dengan tanggal 10 Oktober 2017, dan yang terakhir dilaksanakan pada 17 Oktober 2017.
Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen
satuan pendidikan, Sistem penjaminan mutu pendidikan di sekolah dibagi menjadi lima tahapan yaitu: i) pemetaan mutu; penyusunan rencana peningkatan mutu; ii) implementasi rencana peningkatan mutu; iii) evaluasi/audit internal; dan v) penetapan standar mutu pendidikan.
Dalam kegiatan ini di Fasilitasi oleh Fasilitator Daerah (Fasda) yaitu ibuk Syarifah Nurlela, M.Pd. Dalam kegiatan SPMI ini SMP Juara ditunjuk sebagai Sekolah imbas diantara 4 sekolah lainnya. Kegiatan SPMI ini merupakan implementasi dari hasil Raport PMP yang sudah diisi oleh warga sekolah. Dari Raport PMP itu dilaksanakan program-program kedepan.
Menurut Ibuk Syarifah Nurlela, M.Pd bahwa “ SPMI ini sangat penting bagi sekolah, dengan ada nya SPMI juga memudahkan Akreditasi kedepan, harapan nya bahwa sekolah imbas bisa melaksanakan disekolah” ungkap nya.
Kepala sekolah SMP juara Pekanbaru juga menyampaikan “ bahwa SPMI ini sangat penting bagi sekolah SMP Juara Pekanbaru, dan kedepan akan dilaksanakan perbaikan-perbaikan sistem sekolah “ ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan materi tambahan dari Fasda yaitu materi tentang Lesson Study


10/16/2017

Smp Juara Pekanbaru ikuti Seminar Pelatihan & Coaching Clinic Kepelatihan Sepak Bola Anak bersama Pelatih Timnas U19 Coach Indra Sjafri

Smp Juara Pekanbaru ikuti Seminar Pelatihan & Coaching Clinic Kepelatihan Sepak Bola Anak bersama Pelatih Timnas U19 Coach Indra Sjafri

 Minggu 15 Oktober 2017 Smp Juara mengutus guru olahraga nya Wahyu Imam Hidayat, S.Pd untuk mengikuti Seminar Pelatihan & Coaching Clinic Kepelatihan Sepak Bola Anak bersama pelatih Timnas U19 Coach Indra Sjafri. Kegiatan dilaksanakan dari pukul 08.00 - 15.00. Kegiatan dilaksanakan di dua tempat yakni untuk pelaksanaan coaching clinic di laksanakan di Lapangan Baterai P sedangkan untuk seminar kepelatihan dilaksanakan di gedung graha pena riau pos.
 

Adapun jumlah peserta yang mengikuti seminar kepelatihan ini berjumlah 200 orang lebih. Dimana peserta bukan hanya berasal dari kota pekanbaru saja tapi juga berasal dari luar pekanbaru seperti rokan hulu, siak, bengkalis & beberapa wilayah riau &  sekitarnya.
Dalam kesempatannya banyak sekali yang disampaikan & dipaparkan oleh coach indra sjafri antara lain filosofi grassroot, sesi grassroot, karakteristik anak, nutrisi atlit, keselamatan pelatihan, coach educator, tips pelatih & materi latihan mandiri.
Selain itu diakhir penyampaiannya coach indra sjafri juga berpesan agar para guru olahraga maupun pelatih sepakbola yang ada di kota pekanbaru untuk dapat selalu memajukan sepakbola di tanah air dengan harapan nantinya ada pesepakbola dari kota pekanbaru yang dapat bergabung di Tim Nasional Indonesia.


10/02/2017

Reward untuk Siswa dan Siswi SMP Juara Pekanbaru

Reward untuk Siswa dan Siswi SMP Juara Pekanbaru


siswa dengan senang mendapatkan Reward

Pemberian reward kelas Bulan September 2017 ini banyak sekali kategorinya yang ditentukan oleh Wali Kelas masing-masing. Diantaranya adalah reward untuk siswi-siswi Kelas VIII Andalusia dengan kategori: Kebersihan dan Kerapian; Pembiasaan Pagi yang paling Tertib; Inisiatif; dan Tutur kata yang santun.  Tepat pada Kamis, 28 September 2017 di SMP Juara Pekanbaru tampak siswa-siswi tersenyum sumringah ketika mendapatkannya Di lain sisi, kelas IX Damaskus juga punya kategori tersendiri yaitu pencapaian sholat malam terbaik, dan kehadiran pagi terbaik. Sedangkan Madinah memiliki kategori pengumpulan Buku Kompak terbaik. Setiap kelas memang memiliki kategori tersendiri untuk apresiasi kepada siswa dan siswi. Semoga kebaikan-kebaikan mereka dapat ditingkatkan dan menyebar kepada teman-teman yang lainnya dan dibalas oleh Allah SWT dengan kebaikan.
Penilaian yang dilakukan bukanlah penilaian sehari tapi sudah dilakukan beberapa bulan sejak awal Semester. Kegiatan yang menunjang proses penilaian ini adalah pembiasaan pagi dan pulang serta buku Kompak. Dalam pembiasaan pagi, Wali Kelas IX Damaskus Mr Hamidi Agus juga selalu menanyakan tentang sholat anak. Sehingga wali Kelas dapat memberikan penilaian secara objektif. Selain itu, Buku Kompak sebagai sarana komunikasi antara Wali Kelas dan orangtua juga merupakan sarana penunjang dalam kegiatan penilaian ini
.

SMP JUARA PEKANBARU LAKSANAKAN PENGIMBASAN PPK

SMP JUARA PEKANBARU LAKSANAKAN PENGIMBASAN PPK

Kepala Sekolah sedang memberikan pengarahan

Kegiatan Pengimbasan di SMP Juara Pekanbaru pada hari Sabtu,  30 September 2017 yang mengundang beberapa sekolah imbas diantaranya SMP Al-Fikri,  SMP IT Al-Kindi, Widya Graha,  PGRI dan SMP IT Al-Ikhlas mendapat respon positif. Awalnya Pak Suhardi sebagai Pemateri memancing peserta kegiatan untuk mengemukakan kegiatan di sekolah masing-masing yang berhubungan dengan Pendidikan Berkarakter. Dalam kegiatan ini, peserta juga diberikan stimulan bagaimana melihat karakter siswa di dalam kelas dengan kegiatan sederhana,  seperti menanyakan alasan ketidakhadiran teman-teman pada siswa sehingga dapat diketahui sejauh mana rasa empati dan kepedulian siswa,  dalam kegiatan kelompok juga dapat dilihat kecepatan, kekompakan dan ketepatan mereka dalam mengerjakan tugas.

Pak Suhardi menyampaikan bahwa keteladanan guru-guru sangat penting dalam pelaksanaan Pendidikan Berkarakter ini seperti mengambil sampah.
"Soal kebersihan itu bukan soal perusahaan tapi soal pribadi dan hubungan dengan Allaah SWT", ujar Pak Suhardi menyampaikan Kisah Pencari Kerja yang mengambil sampah di toilet sebelum dilakukan interview.

Materi yang disampaikan Pak Suhardi, S.Pd. juga membahas tentang Landasan PPK,  PPK Berbasis Budaya Sekolah, PPK Berbasis Kelas, dan PPK Berbasis Masyarakat kepada sebanyak 14 orang peserta.

Mr Syahrul Padilah di akhir kegiatan juga menyampaikan bahwa keberhasilan suatu program tergantung kepada kedisiplinan pelaksanaan eksekusinya.

9/26/2017

BERBAGI BERSAMA YATIM

BERBAGI BERSAMA YATIM

“Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya (HR. Bukhari, Turmudzi, Abu Daud)

Muhammad Zulfi Hamimi atau akrab disapa Zulfi adalah anak yang penuh semangat. Meski rumahnya terletak tidak begitu jauh dari SD Juara, tapi Zulfi selalu pergi lebih pagi.“Biar saya bisa siap-siap dulu sebelum belajar. Kalau datang jelang masuk, suka buru-buru jadinya,” ungkap Zulfi.
 
Meskipun Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sementara ayahnya sudah meninggal sejak tahun 2013 lalu, Zulfi tetap semangat pergi sekolah dan belajar dengan bersungguh-sungguh. Zulfi menyenangi pelajaran Bahasa Indonesia, tak jarang ia mendapatkan nilai 9,5 dalam setiap ujian.
 
Ia bercita-cita ingin menjadi pemain bola. Katanya, melalui hobinya tersebut, Zulfi ingin menang dalam kompetisi internasional, agar bisa membanggakan Indonesia. “Saya akan belajar dengan rajin agar bisa mewujudkan cita-cita saya menjadi pemain sepak bola tingkat dunia,” ujarnya dengan mantap.
 
Selain Zulfi, ada anak Indonesia yang memiliki prestasi yang sama seperti Sella Majid. Cita-citanya sungguh mulia. “Saya ingin jadi dokter karena pengen menolong orang yang kesulitan. Apalagi bagi mereka yang tidak mampu dan tidak bisa membayar biaya pengobatan,” ungkap Sella sambil tersenyum.

Ibunda Sella bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sementara ayahnya sudah meninggal sejak Sella masih kecil. Tanpa kasih sayang ayah sejak kecil tidak membuat Sella menjadi anak yang lemah, Sella justru tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan serba bisa.
 

Hobinya adalah menyanyi dan menggambar, namun Sella juga sering diikutsertakan dalam beberapa lomba seperti pidato dan phantomim. Dalam lomba pidato Sella berhasil meraih Juara I tingkat gugus. Begitu pula dengan lomba Phantomim, ia dan beberapa temannya yang tergabung dalam grup Phantomim sekolah mendapatkan Juara Harapan 1.

Sahabat, mari bahagiakan anak-anak yatim seperti Zulfi dan Sella yang menjalani hari-harinya dengan sederhana dan penuh kerja keras.
Melalui program bersama yatim, kita memberikan kesempatan kepada anak-anak yatim/kurang mampu untuk bermain, berwisata, dan mendapatkan bingkisan.
 
untuk donasi : https://sharinghappiness.org/kampanye/show/419-berbagi-bersama-yatim
Unik itu tidak harus mahal seri pembelajaran seni budaya

Unik itu tidak harus mahal seri pembelajaran seni budaya




tampak siswa bekerjasama dalam pembelajaran

Rabu, 27 September 2017, Siswa kelas andalusia melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran Seni Budaya Keterampilan kelas VIII Andalusia kali ini adalah membuat kerajinan dengan memanfaatkan botol bekas yang di kombinasikan dengan memakai sedotan, benang wol & kain panel sebagai penghiasnya. Siswa sangat antusias untuk melaksanakan kerajinan ini. Hasil yang didapatkan juga sangat bagus. Diantaranya Nisa yang membuat tempat permen dari bahan bekas.jadi untuk bisa dapat barang berharga itu tidak harus mahal.