5/10/2012

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER
SYAHRUL PADILAH, S.Pd*

Dewasa ini perubahan paradigma pendidikan yang paradigmatik kian gencar di selenggarakan guna mengatasi problem dasar yang menerpa bangsa ini yang dikenal memiliki karakteristik keindonesian yang bersifat ramah, memiliki tenggang rasa yang tinggi, kesopanan, rendah hati, suka menolong, dan solidaritasn atar sesama yang menjadi jati diri bangsa yang telah melekat berabad-abad lamanya. Namun sangat disayangkan hal ini telah terkikis habis oleh penetrasi budaya yang menghantam bak tsunami yang meluluhlantakkan jati diri yang melekat itu pada setiap insan bangsa ini. Bahkan, hal ini di perparah dengan terjadinya pendangkalan aqidah dan pemahaman moralitas dan mentalitas sehinga efek domino dari semua ini bisa di saksikan dalam perjalan bangsa ini.

Tentunya hal ini menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan. Dan penyelenggaraan sistem pendidikan terpadu menjadi pilihan ditengah maraknya penetrasi budaya yang ada. Sistem pendidikan tepadu kini telah muncul menajdi ikon pendidikan yang dilembagakan. Dengan kata lain dimensi pendidikan dengan sistem terpadu adalah pilihan yang diperhatikan dalam rangka membangkitkan moralitas sebagai suatu sistem nilai adat ketimuran dan keindonesian. Meningkatkan kecerdasan anak dan siswa tentunya menjadi harapan setiap guru dan orangtua. Namun perlu di pahami bahwa kecerdasan itu bukan hanya sebatas kecerdasan secara intelektual, misalnya siswa atau anak dikatakan cerdas apabila selalu meraih ranking teratas dikelas dan selalu memenangkan lomba yang mengacu kepada kecerdasan intelektual semata. Bahkan kebayakan orang tua akan bangga jika anaknya mampu meraih prestasi disatu sisi bidang akademik, bersekolah disekolah yang prestatatif dan representatif, hingga bersekolah keluar negri. Dan akhirnya banyak diantara para orang tua mengeyampingkan proses pendalaman spiritual dan mentalitas anak sebagi bentuk pendidikan karakter anak.

Seperti yang terungkap dalam sebuah seminar yang diliput oleh Riau Pos (5/2/08). Ada orang tua yang menginginkan anaknya untuk prestasi secara akademik, hingga orang tuanya mencari sekolah prestatif kemudian memasukkan anaknya untuk mengikuti program belajar tambahan di berbagai macam bidang studi atau pelajaran. Secara kasat mata dapat dilihat perkembangan sianak dengan meraih prestasi akademik yang luar biasa, namun akhirnya siswa tersebut terkena penyakit yang diakibatkan stress yaitu mag yang akut. Kalau sudah seperti ini kejadiannya, apa yang bisa diharapkan selanjutnya?

Pendidikan Karakter
Pendidikan masa depan adalah pendidikan yang memiliki orientasi  kecerdasan majemuk yang lahir karena suka rela, tumbuh dari dalam dan bukan ancaman dan atau ketakutan karena sesuatu, dan juga tidak mengabaikan ketegasan dalam proses pendidikannya. Menurut Lickona (1992), pendidikan krakter yang benar harus melibatkan aspek "knowing the good" (moral knowing), ”desiring the good" atau "loving the good" (moral feeling), "acting the good" (moral action). Sebab tanpa melibatkan tiga aspek tersebut manusia akan sama seperti robot yang terindoktrinasi oleh suatu paham. Oleh karena itu, pendidikan karakter dituntut memberikan perhatian kepada tiga komponen karakter yang baik yaitu; Component of good character, yaitu moral knowing atau pengetahuan tentang moral, moral feeling atau perasaan tentang moral dan moral action atau perbuatan moral.
Dalam konsep integrated school (sekolah terpadu) pemahaman tiga komponen karakter ini menjadi bagian yang sudah menyatu dalam program pembelajarannya. Ditambahkan oleh Lickona, konteks karakter yang ada akan meliputi; moral awereness (kesadaran moral), knowing moral values (pengetahuan nilai-nilai moral), perspektif taking (menggunakan sudut pandang moral), dan self knowledge (pengetahuan diri). Sementara untuk pembentukan moral feeling meliputi enam aspek yang diperlukan untuk menjadi manusia yang memiliki karakter yaitu pertama conscience (kesadaran), kesadaran ini terkait dengan sikap mental manusia sebagai makhluk sosial, sehingga dengan ditumbuhkan rasa kesadaran seseorang, maka seseorang akan menemukan sikap mental yang baik, misal seseorang tidak akan lagi segan untuk membantu orang lain, hal ini dikarenaka seseorang memahami secara sadar bahwa ia adalah bagian dari orang lain yang suatu saat memerlukan orang lain. Dan ketika kesadaran ini telah tumbuh maka untuk berbuat dan besikap yang menjunjung nilai kemanusian sekaligus sebagai makhluk tuhan tidak lagi sulit untuk melaksanakannya. Sebagai mana pepatah mengatakan bahwa barang siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal siapa Tuhannya. Kedua,  self-esteem (kepercayaan diri). Aspek yang kedua ini terkait dengan pengaruh psikologi seseorang untuk mempercayai dirinya yang mengarahkan seseorang untuk bersikap think fresh do the best. Model manusia itu tebentuk dari masa ia masih kanak-kanak, jika sedari kanak-kanak sudah ditempa untuk percaya diri dengan berbagai model pembelajaran dan tumbuh karena kesadaran, ini akan menjadi sistem nilai dan prinsip bagi sianak dan tentunya akan berbeda jika kepecerdayan diri si anak di tumbuhkan dengan karena keterpaksaan, misalnya jika ia tidak maju atau melakukan sesuatu maka ia akan dihukum. Ketiga empathy (merasakan penderitaan orang lain), sikap seperti ini sudah menjadi pelajaran yang lama, bahkan sewaktu kita dulu masih bersekolah di sekolah dasar dengan nama pelajaran Pendidikan Moral Pancasila, namun sangat disayangkan nilai-nilai yang diajarkan tidak melekat dalam sistem nilai hidup bangsa ini. Dengan mencoba menumbuhkan kesadaran dan kepercayaan diri maka akan ada efek yang tumbuh bahwa ada integrasi antara seseorang dengan orang lain yang ketika ada orang lain yang menderita perasaan itu dengan sendirinya akan tumbuh secara sadar. Keempat loving the good  (cinta kepada kebaikan) mencintai kebaikan senatiasa harus mutlak ditumbuhkan. Dengan disentuhnya perasaan dengan menamkan nilai yang mentranspormasi pemahaman tentang berbuat kebaikan akan menumbuhkan aspek afeksi seseorang. Kelima self kontrol (kontrol diri) dalam kontek ini ada arahan untuk bagaimana setiap kita mengarahkan sikap diri dalam berbagai tindakan. Keenam humanility (kerendahan hati). Rendah hati merupakan aspek penting yang perlu mendapatkan porsi penekanan dalam sikap diri seseorang.

Komitmen Kolektif
School are born from, live within and are committed to the community. Slogan ini menegaskan kepada kita semua bahwa komunitas masyarakat termasuk didalamnya adalah orangtua yang mempunyai peran strategis dalam mendukung program sekolah ataupun pendidikan. Proses dari apa yang direncanakan oleh para orang tua dan guru haruslah menjadi komitmen kolektif, artinya harus ada political will dari orang tua dan guru dalam mewujudkan cita-cita pembentukan para perserta didik. Sangatlah tidak etis ketika keinginan itu tidak dibarengi oleh usaha bersama oleh orang tua dan guru. Ditengah-tengah masyarakat kebanyakan, telah menjadi memori kolektif
Seharusnya dengan adanya berbagai sorotan tehadap berbagai persoalan pendidikan dan para siswa, seyogyanya menggugah komitmen bersama untuk memberikan nilai edukasi dalam berbagai aspek secara masimal guna pewujudan harapan yang ada. Selain lembaga sekolah yang dituntut secara proakif melakukan transformasi bagi para siswa, orangtua sebagai stakeholder juga diharapkan dapat memberikan informasi dalam rangka pemutakhiran program pendidikan.
Terkait dengan orangtua, Rohner ahli psikologi pendidikan mengatakan bahwa seorang anak memiliki prilaku baik atau buruk didasarkan atas cara pengasuhan yang diberikan ibunya, anak-anak yang diasuh dengan cara diterima (acceptance) akan menjadi anak yang tumbuh dan berkembang lebih baik ketimbang anak yan diasuh dengan cara ditolak (rejected).
Atas dasar landasan inilah, maka diperlukan kesadasaran dan komitmen kolektif unsur-unsur dan para stakeholder untuk menciptakan rangkaian pendidikan yang sistemik bukan linear. Sehingga upaya terobosan apapun yan dilakuakan atau ditelurkan dalam dunia pendidikan anak berpengaruh optimal dan akan ada timbal balik tentunya.



SHARE THIS

Author:

Terima kasih sudah membaca Blog SMP Juara Pekanbaru. Selalu berikan donasi anda kepada Rumahzakat.

0 komentar: