11/11/2013

Juara kelas itu mudah "bekal untuk orang tua yang ingin anak nya juara"

ranking1

Juara kelas itu mudah 

"bekal untuk orang tua yang ingin anak nya juara"

Assalamualaikum, saya akan berbagi sedikit ilmu dan pengalaman “ Juara Kelas Itu Mudah” semudah apa untuk menjadi juara kelas ? simak yuk.
Semua orang yang bersekolah pasti akan merasa senang dan bangga bila mendapatkan peringkat teratas di kelasnya apakah 1,2,atau 3 yang biasa disebut dengan juara kelas .  tapi apakah benar untuk menjadi seorang juara kelas itu sulit dan harus pintar ?. Untuk menjadi seorang juara kelas itu ternyata tidak sesulit yang di bayangkan.
Dengan kita berpikir “untuk menjadi juara kelas itu sulit” saja sudah bermasalah , dimana masalahnya ? coba ingat iniApa yang anda pikirkan sangat mempengaruhi apa yang akan anda dapatkan ” kalimat itulah yang sering saya dengar dari para guru saya ( semoga keridhoan ALLAH selalu menyertai beliau) , sekarang kita tau kan kenapa kita tidak bisa menjadi seorang juara kelas ? karena secara tidak langsung kita telah menanamkan sugesti ke alam bawah sadar kita bahwa saya tidak mungkin menjadi seorang juara kelas karena menjadi juara kelas itu sulit. Sehingga apapun yang kita lakukan itu tidak akan mengarah pada pencapaian untuk menjadi seorang juara kelas , bila ada teman yang mengajak belajar bersama dengan tegas kita mengatakan TIDAK ngapain juga belajar bareng toh saya tidak akan menjadi juara kelas , guru menerangkan di depan kelas  kita sibuk ngobrol di belakang tidak karuan , terbuktikan betapa apa yang kita pikirkan itu benar-benar dapat berpengaruh kepada apa yang akan kita lakukan dan apa yang akan kita dapatkan.

a. Pola Pikir (Mind Set)
Ubah pola pikir kita bahwa saya bisa menjadi juara kelas dan saya ingin menjadi seorang juara kelas , dengan tertanamnya niat dan pola pikir seperti ini secara otomatis apa yang kita lakukan apa yang kita kerjakan akan sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan inginkan. Guru menerangkan di depan kelas kita memperhatikan apa yang disampaikan oleh beliau , rajin belajar dan makan sosis son… ( bercanda ) hehe. Bila hal ini sudah mulai diterapkan dalam keseharian dan kehidupan kita insyaALLAH kesempatan juara kelaspun terbuka lebar .
Banyak orang yang mengatakan bahwa untuk menjadi seorang juara kelas itu mesti dan harus pintar(termasuk orang tua saya) , saya kurang setuju dengan yang satu ini , saya sering mengatakan kepada kedua orang tua saya atau siapapun itu yang membahas tentang hal ini bahwa yang menjadi juara kelas itu belum tentu yang terpintar di kelasnya , tapi kalau yang terpintar di kelasnya yah tentu saja sangat wajar dan masuk akal bila ia menjadi juara 1(satu) dikelasnya.
Sedikit berbagi pengalaman (Semoga ALLAH meridhoi) , sejak SD-SMP Alhamdulillah(dengan ijin ALLAH) saya selalu mendapatkan peringkat 5 besar , bahkan juara 1,2,atau 3 , saat SD saya juga mengikuti sekolah MDA(Madrasah Diniliah Awaliah) dan Alhamdulillah(dngan ijin ALLAH) saya mendapatkan peringkat 5 besar di MDA tersebut (bahkan peringkat 1,2,3) , saat SD saya juga mendapatkan beasiswa , dan saat ada kegiatan di MDA Alhamdulillah(dengan ijin ALLAH) saya juga sering mendapatkan penghargaan , Apakah saya yang terpintar dikelas saat itu ? Jawaban saya BELUM TENTU, kok gitu ? iya gitu , ikutin aja deh hehehe .

b. Pantaskan Diri
Ternyata untuk menjadi juara kelas itu tidak hanya masalah kepintaran seseorang , karena ada faktor yang jauh lebih penting dari pada kepintaran , apa itu ? KELAYAKAN(KEPANTASAN) . Apakah kita pantas untuk menjadi seorang juara kelas? Padahal begitu banyak orang yang jauh lebih pintar , yang jauh lebih rajin,yang jauh lebih aktif,dsb.
Boleh yah ngelanjutin cerita saya di atas, yang saya lakukan itu relatif sama dengan kebanyakan siswa yang lainnya belajar di kelas dan keluar kelas dengan perasaan senang hehe (bebas), bermain setelah pulang sekolah , lalau apa yang mengantarkan saya menjadi juara kelas ? KEPANTASAN , saya memiliki niat (saya ingin menjadi juara kelas) saya melakukan usaha(berusaha) untuk mencapai itu, semua sepakat jika saya katakan bentuk usaha itu bukan hanaya perkara yang terlihat(tingkah laku) tetapi juga perkara yang tidak terlihat seperti Niat,Tekat,Pola pikir yang baik, dan Do’a .
Tuhan kita (ALLAH) dan rasulullah SAW telah megingatkan kita “ Berusha dan berdo’alah perkara hasil itu ALLAH yang menentukan ” .
c. Kenali dan sayangi gurumu
Guru kita adalah orang tua kedua bagi kita(siswa) dan ridho orang tua adalah ridho ALLAH , oleh karena itu berusahalah untuk selalu menghormati ibu dan bapak guru kita, berusahalah untuk menyayangi mereka sebagaimana kita menyayangi dan menghormati ibu dan bapak kita. Bila guru kita ikhlas dan ridho memberikan ilmunya kepada kita secara otomatis kita akan lebih mudah untuk mendapatkan dan memahami ilmu yang mereka berikan kepada kita , dan yang terpenting adalah kedekatan seorang siswa kepada seorang guru secara tidak langsung bisa menjadikan siswa tersebut memiliki nilai tambah dimata sang guru , dan ini sudha saya buktikan , dimanapun saya mengenyam pendidikan (Formal dan NonFormal ) saya selalu berusaha sebisa mungkin untuk dapat mengenal dan dikenal oleh sang guru tentu dikenal sebagai pribadi yang baik tentunya.
Bila seorang guru sudah mengenal kita , dekat dengan kita , menyayangi kita , mustahil guru tersebut menjadikan kita gagal , kalaupun kita akan gagal(mendapat nilai jelek) pasti guru tersebut langsung mengusahakan bagaimana caranya agar kita bisa mendpatkan nilai yang baik , apakah dengan latihan tambahan, atau yang lainnya.
d. Tonjolkan dirimu
Pada dasarnya seorang guru akan lebih mengingat dan mengenal siswa yang memiliki kelainan tersendiri dibandingkan teman-temannya , terlepas baik atau buruk yang menonjol dari seorang siswa itu. Yah karena kita ingin menjadi seorang juara kelas , tentusaja kita harus menonjolkan sisi positif dari diri kita, dengan cara rajin bertanya, bila ada tugas rajin-rajinlah mengerjakannya, bila disuruh maju didepan kelas gag usah ba-bi-bu banyak alasan maju , karena biasanya guru itu tidak slalu menilai seberapa pintar siswa yang diajarnya melainkan seberapa seriuskah siswa yang ia ajar mempelajari apa yang dia ajarkan.
e. Miliki kelebihan
Pastikan diri kita memiliki apa yang orang lain tidak miliki , pastikan dirikita melakukan apa yang oranglain tidak lakukan , atau lakukanlah lebih dari apa yang orang lain telah lakukan.
Saat masih sekolah dulu saya sadar betul bahwa banyak teman saya yang jauh lebih pintar dari saya , banyak yang lebih dekat dengan gurunya(anka guru) , karenanya saya harus mencari apa kelebihan yang saya miliki dibanding mereka(teman-teman saya).
Akhirnya saya mendapatkannya, sewaktu kecil dulu saya pernah mendengar kisah orang-orang hebat dan sukses , termasuk kisah Bj.Habibie yang konon katanya tidak pernah terlepas dari puasa sunah nya. Ini menjadi angin segar bagi saya , dan Alhamdulillah sampai sekarang amalan sunah yang yang satu ini sebisa mungkin saya lakukan , bukan hanya karena keinginan saya yang begitu banyak kepadaNYA tapi juga karena memang menjadi kewajiban kita umatnya(Rasulullah SAW) untuk mengikuti jejak langkahnya.
Kala itu saya sudah bisa menebak , bila ibadah saya kurang atau kurang sekali maka prestasi saya kemungkinan besar akan menurun, dan itu biasanya memang benar . Dan apa klebihan yang akan teman-teman tonjolkan , tentulah akan berbeda atau mungkin sama dengan apa yang saya lakukan , yang terpenting adalah tentukan dan tonjolkan kelebihan yang teman-teman miliki.
f. Brlajarlah dengan serius
Namanya juga seorang siswa yah mau tidak mau kita tetap harus belajar dengan serius dan antusias , disini saya tidak mengatakan harus menguasai semua mata pelajaran loh , karena terkadang sebuah kepantasan itu timbul bukan dari seberapa pintar kita menguasai materi yang diajarkan , melainkan seberapa serius kita mempelajari apa yang guru kita ajarkan. Tetapi secara logika masa iyah kita mati-matian (serius) mempelajari apa yang diajarkan oleh sang guru tidak ada sedikitpun yang kita dapatkan , gag mungkin kan.
g. Berdo’a
Do’a itu kunci dari segala permasalahan dan harapan , karena terkadang ada sesuatu yang dianggap tidak mungkin dan mustahil tetap akan terjadi dengan perantara do’a . Bukan do’a nya yang ajaib atau hebat melainkan ALLAH tuhan kita yang maha pengasih , penyayang , pengabul segala permintaan dari hamba-hamba nya. Jadi jangan sungkan untuk menyelipkan sebuah do’a dan harapan disetiap ibadah maupun kegiatan apapun yang memungkinkan kita untuk berdo’a.
f. Bersyukur
Pada akhirnya kita harus mensyukuri apapun yang sudah dan pernah kita dapatkan , karena tidak menjadi keharusan bagi seorang siswa dia harus menjadi juara kelas, yang terpenting adalah niat kita belajar untuk menuntut dan mencari ilmu , bukan mencari gelar juara. Ilmu yang kita dapatkan , sahabat dan teman yang kita miliki , Guru-guru yang selalu mengajari dan membimbing kita dengan ikhlas dan tulus, itu jauh lebih berharga dari sekedar gelar juara. Jadi tetaplah syukuri apa yang kamu miliki dan dapatkan .
Demikian sedikit ilmu yang saya dapatkan dan alami , semoga bisa sedikit menambah ilmu semangat dan pengalaman temen-temen .

Juara kelas itu mudah

SHARE THIS

Author:

Terima kasih sudah membaca Blog SMP Juara Pekanbaru. Selalu berikan donasi anda kepada Rumahzakat.

0 komentar: